TULUNGAGUNG, iNews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir 2026.
Hingga awal November, progres pembangunan infrastruktur ditargetkan mencapai 95 persen. Dari total 130 paket pekerjaan, sebanyak 99 persen telah diterbitkan Surat Perintah Kerja (SPK).
Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Galih Nusantoro, mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui percepatan pengerjaan proyek.
"Kami optimistis mencapai 95 persen dari target sampai akhir tahun," kata Galih, Senin (2/11/2026).
Meski demikian, terdapat dua proyek yang gagal lelang, yakni pembangunan jembatan di Kecamatan Pagerwojo dan pengerjaan talud di Desa Picisan, Kecamatan Sendang.
Menurut Galih, kedua proyek tersebut akan dievaluasi, termasuk terkait nilai penawaran yang diajukan.
"Jadi kedua proyek tersebut akan kami evaluasi, termasuk nilai penawarannya," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah proyek lainnya masih terus dikerjakan. Salah satunya pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Sumbergempol. Saat ini, pemasangan girder atau balok utama jembatan telah selesai dilakukan.
"Saat ini girder jembatan sudah terpasang," jelasnya.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp279 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan jembatan, gorong-gorong, perawatan jembatan, trotoar, hingga talud.
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
