Sementara itu, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya menilai Tulungagung siap menjadi lokasi uji coba. Bahkan, tenaga kesehatan di RSUD dr. Iskak mampu melakukan input sistem rujukan dalam waktu 2 menit 47 detik, lebih cepat dari standar maksimal empat menit.
Menurut Azhar, uji coba akan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Setelah evaluasi, sistem tersebut diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk mempercepat rujukan, memberikan pilihan diagnosis yang lebih tepat bagi klinisi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Harapannya dengan sistem baru ini masyarakat bisa dirujuk lebih cepat dan pelayanan kesehatan di Indonesia semakin baik," pungkasnya.
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
