Ia menambahkan, dari total 8.000 unit becak listrik yang disalurkan di Jawa Timur, Tulungagung mendapatkan 200 unit yang mayoritas diperuntukkan bagi tukang becak di kawasan perkotaan.
“Bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan atau disewakan, namun bisa diwariskan kepada anak apabila penerima meninggal dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Becak Listrik Indonesia, Dimas Ramdhana Prasetya, memastikan bantuan tersebut tidak akan membebani penerima.
“Pengisian daya bisa menggunakan listrik rumah 450 watt, biaya perawatan ditanggung Pemkab, dan aki digratiskan. Durasi pengisian sekitar 3 sampai 4 jam,” katanya. (*)
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
