Ia menjelaskan, saat ini alokasi anggaran operasional terbesar berada pada sektor layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di antaranya adalah Dinas Perhubungan untuk operasional bus sekolah serta Dinas Lingkungan Hidup untuk operasional truk pengangkut sampah.
“Anggaran terbesar ada di Dinas Perhubungan untuk bus sekolah dan Dinas Lingkungan Hidup untuk operasional truk sampah, nilainya tidak sampai ratusan juta rupiah,” jelasnya.
Dwi Hari menambahkan, penyusunan APBD Tulungagung tahun 2026 telah disesuaikan dengan kebutuhan prioritas daerah. Jika dibandingkan dengan tahun 2025, terjadi penurunan anggaran hingga sekitar 10 persen.
Pemkab Tulungagung saat ini memprioritaskan pembangunan dan perawatan infrastruktur, khususnya jalan, dengan alokasi anggaran hampir mencapai Rp380 miliar.
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
