Tulungagung iNewsTulungagung.id – Sebanyak 20 penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Senin (2/3/2026). Mereka meminta kejelasan terkait bantuan sosial (bansos) BPNT dan PKH yang belum cair.
Ketua Percatu Kabupaten Tulungagung, Didik Prayitno Kulmanadi, mengatakan kedatangan mereka untuk mengecek status bansos, apakah nonaktif atau terkendala desil.
“Ada yang tahap pertama belum turun, bahkan berbulan-bulan belum cair,” ujarnya.
Menurut Didik, penerima BPNT seharusnya memperoleh Rp300 ribu per tiga bulan atau Rp900 ribu per tahun. Ia juga mempertanyakan informasi bansos disabilitas dari Kemensos RI yang disebut diprioritaskan tanpa batasan.
Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto, menjelaskan hasil pengecekan menunjukkan dua orang tinggal verifikasi berkala, empat orang masuk desil 1-4 namun belum menerima bansos, enam orang masuk desil 6-10, dan empat orang berada di desil 5 yang sesuai aturan terbaru tidak lagi menjadi penerima.
Selain itu, dua orang perlu membuka rekening kolektif, satu orang KKS belum terdistribusi, dan satu penerima terindikasi menyalahgunakan bansos untuk judi online.
Fahmi menambahkan, penyandang disabilitas desil 1-4 yang belum menerima bansos dapat mengajukan usulan melalui desa atau kelurahan.
Sedangkan desil 6-10 yang merasa datanya tidak sesuai bisa mengajukan pembaruan data. ***
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
