Trijanto Resmi Undur Diri, Perebutan Kursi Ketua KONI Kota Blitar Kian Dinamis
BLITAR, iNews.id – Perebutan kursi Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 dipastikan semakin dinamis setelah Mohammad Trijanto resmi menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Padahal sebelumnya, nama Trijanto menjadi salah satu kandidat yang dinilai memiliki peluang besar dengan dukungan kuat dari sejumlah cabang olahraga (cabor).
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Mohammad Trijanto kepada wartawan usai melakukan berbagai pertimbangan terkait aktivitas organisasi, agenda pergerakan nasional, serta kesibukannya sebagai Direktur Revolutionary Law Firm.
Dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, hukum, kepemudaan, dan olahraga, Trijanto juga menjabat sebagai Ketua Umum Percasi Kota Blitar dan Ketua Umum Ormas Ratu Adil (Rakyat Tuntut Amanah Keadilan).
Dalam proses pencalonan Ketua Umum KONI Kota Blitar, dukungan terhadap Trijanto terus mengalir. Sebelum pengambilan formulir pencalonan, dirinya telah memperoleh dukungan dari tujuh cabang olahraga. Jumlah itu kemudian bertambah hingga mencapai empat belas cabor.
Menurut Trijanto, dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan besar dari insan olahraga Kota Blitar yang menginginkan semangat baru dalam pembinaan olahraga dan penguatan organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh cabang olahraga yang sempat memberikan dukungan, semangat, dan kepercayaan kepada saya. Dukungan itu menjadi kehormatan besar dan tentu sangat saya hargai,” ujar Trijanto, Sabtu (9/5/2026).
Meski mendapatkan dukungan cukup besar, Trijanto memilih mundur karena merasa belum dapat memberikan fokus penuh untuk memimpin KONI Kota Blitar.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman cabor dan semua pihak yang telah mendukung saya. Setelah saya pertimbangkan secara matang, saat ini saya memiliki banyak kesibukan organisasi, agenda pergerakan nasional, serta pekerjaan profesi hukum sebagai Direktur Revolutionary Law Firm yang cukup padat. Karena itu saya merasa belum bisa memberikan fokus penuh apabila harus memimpin KONI Kota Blitar,” jelasnya.
Dia menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan dunia olahraga. Trijanto memastikan tetap akan mendukung kemajuan olahraga Kota Blitar meskipun tidak berada dalam struktur kepengurusan KONI.
“Jabatan itu sementara, tetapi pengabdian harus tetap berjalan. Saya tetap mendukung kemajuan olahraga Kota Blitar demi prestasi, persatuan, dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Trijanto juga memberikan kebebasan penuh kepada seluruh cabang olahraga yang sebelumnya mendukung dirinya untuk menentukan pilihan masing-masing dalam pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar mendatang.
“Saya memberikan kebebasan sepenuhnya kepada seluruh cabor yang pernah mendukung saya untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing. Saya tidak mengarahkan dukungan kepada calon mana pun. Semua tentu memiliki pertimbangan sendiri demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia berharap proses pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 dapat berlangsung lancar, demokratis, dan tetap menjaga soliditas antar-cabang olahraga.
Menurutnya, pemilihan Ketua KONI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga daerah, mulai dari pembinaan atlet usia dini hingga peningkatan prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Mundurnya Trijanto dari bursa pencalonan pun memunculkan berbagai respons dari kalangan pengurus cabang olahraga. Sebagian menghormati keputusan tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam berorganisasi, meski ada pula yang menyayangkan langkah itu karena menilai Trijanto memiliki kemampuan komunikasi, jaringan organisasi, dan kedekatan dengan berbagai elemen olahraga di Kota Blitar.
Editor: Mohammad Ali Ridlo