Sementara itu, Ketua KADIN Kabupaten Tulungagung, Rifqi Firmansyah, menilai kemajuan UMKM ditentukan oleh perubahan pola pikir, kreativitas, dan ketekunan pelaku usaha.
Menurutnya, potensi daerah seperti marmer, industri pangan, dan budaya harus dimaksimalkan agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
"Di era digital ini perlu sebuah strategi agar produk UMKM Tulungagung mampu berkembang dan bersaing sehingga potensi lokal memiliki nilai jual yang lebih tinggi," pungkasnya.
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
