Dua Tahun Prabowo-Gibran, Yonif TP 886/Panjalu Jayati Perkuat Pertahanan dan Kesejahteraan
TULUNGAGUNG, iNews.id – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan berbagai capaian strategis di bidang pangan, energi, ekonomi, pendidikan, sosial, hingga pertahanan.
Sekretaris Kabinet Letkol Tedy Indra Wijaya menyampaikan, pemerintah berhasil mencapai swasembada delapan komoditas pangan, mencatat cadangan pangan sebesar 5,2 juta ton, serta memperkuat kemandirian energi melalui program BBM Solar B50.
Di bidang sosial dan pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta penerima manfaat. Pemerintah juga merenovasi 30.000 sekolah, membangun 265 Sekolah Rakyat, menyediakan 108 juta layanan kesehatan gratis, serta memperbaiki 400.000 rumah layak huni.
Sementara di sektor ekonomi, pemerintah mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923 triliun dengan penyerapan 5,48 juta tenaga kerja. Berbagai pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang pertahanan, pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di sejumlah wilayah, termasuk Tulungagung, menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886/Panjalu Jayati, Letkol Inf Mohammad Isa, mengatakan keberadaan satuan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat di bidang ekonomi dan sosial.
Salah satu bentuk kontribusi nyata Yonif TP 886/Panjalu Jayati adalah penyaluran air bersih kepada warga desa yang membutuhkan, terutama saat musim kemarau.
Menurut Mohammad Isa, keberadaan Yonif TP di Tulungagung diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Keberadaan batalyon TP di Tulungagung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengupayakan pertahanan dan keamanan agar tetap kondusif," tutupnya.
Editor: Mohammad Ali Ridlo