Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026 di Pantai Permisan
BLITAR, iNews.id — Debur ombak Pantai Permisan, Nusakambangan, menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam tradisi pembaretan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2026. Di tengah gemuruh yel-yel yang mengguncang pesisir selatan, sosok perwira muda asal Blitar tampil memimpin dengan suara lantang, penuh ketegasan, dan kharisma kepemimpinan yang kuat.
Dialah Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han, perwira muda TNI AD yang kini menjadi salah satu representasi generasi patriot Indonesia. Kehadirannya di garis terdepan memimpin yel-yel pembaretan bukan sekadar simbol formalitas militer, melainkan representasi dari perjalanan panjang, tempaan disiplin, serta konsistensi prestasi yang telah ia ukir sejak usia muda.
Momentum pembaretan Kopassus sendiri dikenal sebagai salah satu fase paling sakral dalam perjalanan seorang prajurit.
Tradisi ini bukan hanya tentang simbol baret merah, tetapi tentang legitimasi kehormatan yang diraih melalui perjuangan fisik, mental, intelektual, dan loyalitas tanpa kompromi.
Di titik penuh sejarah itu, nama Bintang Revolusi kembali mencuat. Lahir di Blitar pada 7 Juni 2001, Letda Mohammad Bintang Revolusi tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dalam nilai kedisiplinan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Editor : Mohammad Ali Ridlo