Menurut Bagus, keberadaan sampel makanan MBG sangat penting untuk penelusuran penyebab gangguan kesehatan melalui uji laboratorium. Ia juga menekankan pentingnya disiplin penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam seluruh proses pengolahan makanan.
Satgas MBG mengingatkan bahwa kasus dugaan keracunan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Oleh karena itu, kerja sama semua pihak diperlukan agar program tersebut tetap berjalan dengan baik.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelajar di SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung, dan MAN 2 Tulungagung mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi MBG. Beberapa di antaranya harus mendapat perawatan medis di puskesmas. (*)
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
