Ia menegaskan, secara kasat mata makanan tidak menunjukkan tanda-tanda basi dan pihak sekolah juga telah mencicipi menu tersebut.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menyampaikan pihaknya masih melakukan penelaahan penyebab kejadian tersebut.
Berdasarkan pengakuan siswa, sebagian dari mereka sempat mengonsumsi makanan dari luar sekolah sebelum menyantap MBG.
“Kami masih mendalami apakah keluhan ini murni akibat MBG atau ada faktor lain,” jelas dr. Aris.
Perubahan jadwal distribusi MBG dilakukan karena jumlah sasaran di SMK Sore Tulungagung mencapai sekitar 2.900 siswa, sementara kapasitas dapur SPPG Moyoketen I hanya mampu melayani 2.627 penerima manfaat, sehingga diperlukan penyesuaian waktu distribusi. (*)
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
