Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kepala Cabang Bulog Tulungagung: Penyaluran Beras Harus Tepat Sasaran dan Dirasakan Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Ibu-Ibu Koboi dan Pelari Kalcer Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Kota Blitar

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:04 WIB
  • author Anang Agus Faisal
Ibu-Ibu Koboi dan Pelari Kalcer Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Kota Blitar
Kolase foto Ibu-Ibu Koboi dan Pelari Kalcer saat mengikuti lomba gerak jalan. (Foto: Anang Agus Faisal)

BLITAR, iNews.id – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan lomba gerak jalan umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Blitar. Tak hanya mengandalkan kekompakan barisan, peserta juga tampil dengan kostum dan tema yang unik.

Lomba yang digelar Pemerintah Kota Blitar dengan start Aloon-aloon Kota Blitar, Sabtu (8/8/2026) siang, berlangsung meriah. Salah satu peserta yang mencuri perhatian yakni dua regu perwakilan RT 2 RW 13 Kelurahan Karanglo, Kecamatan Sananwetan.

Regu perempuan tampil mengenakan kostum bertema koboi, lengkap dengan topi, rompi, dan celana jeans. Sementara peserta pria mengusung tema “Pelari Kalcer” (culture) dalam balutan nuansa Senam Kesegaran Jasmani (SKJ).

Ketua RT 2 RW 13, Dono Trisusilo, mengatakan pemilihan kostum tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan lomba. Ada pesan yang ingin disampaikan melalui penampilan para peserta.

Menurutnya, sosok ibu-ibu koboi menggambarkan perempuan yang harus kuat dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk situasi ekonomi yang tidak mudah.

“Wanita harus kuat dalam mengurus rumah tangga. Dalam kondisi ekonomi yang sulit ini kita gambarkan seperti koboi, wanita yang bisa mencari makan sendiri, mengurus suami dan mampu bertahan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Ia menyebut, perempuan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga. Karena itu, sosok ibu-ibu koboi dianggap tepat untuk menggambarkan semangat tersebut.

Sementara itu, tema Pelari Kalcer yang dibawakan peserta pria juga memiliki pesan tersendiri. Dono mengajak masyarakat untuk tidak mudah mengeluh menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

“Dengan kondisi ekonomi seperti ini kita tidak boleh berkeluh kesah. Kita harus menjadi pelari kalcer, tetap berlari dan bekerja keras, mencari nafkah dan tetap sehat, supaya kita tidak tertinggal secara ekonomi,” katanya.

Menariknya, peserta dari RT 2 RW 13 juga sengaja tidak membawa bekal makanan selama mengikuti kegiatan. Mereka memilih membeli makanan dari para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi lomba.

Menurut Dono, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan sederhana agar para pedagang ikut merasakan dampak positif dari kemeriahan kegiatan HUT Kemerdekaan.

“Peserta sengaja tidak membawa bekal karena untuk membeli dari UMKM yang berjualan di lokasi, supaya laris dan roda perekonomian penjual tetap meningkat,” ungkapnya.

Dalam lomba tersebut, RT 2 RW 13 mengikutsertakan dua regu dengan total 48 peserta. Mereka juga rutin mengikuti lomba gerak jalan setiap tahun sejak 2023.

Dono mengatakan, keikutsertaan warga bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan sekaligus cara mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.

Dono Trisusilo, yang juga berkecimpung di dunia usaha bengkel serta jual beli mobil dan bidang otomotif lainnya, mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kemerdekaan.

“Yang penting kita tetap mengisi kemerdekaan ini dengan meriah," imbuhnya.

Editor: Mohammad Ali Ridlo

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut