Industri Kosmetik Terus Bertumbuh, Peluang Bisnis Maklon Produk Lokal Kian Menjanjikan
TULUNGAGUNG, iNews.id – Industri kosmetik nasional pada 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan berbagai produk kecantikan, mulai dari skincare, bodycare, parfum, hingga kosmetik dekoratif.
CEO PT Mash Moshem Indonesia (MMI) Tulungagung, Scorpie Filia Setri, mengatakan dalam tiga hingga lima tahun terakhir industri kosmetik terus mengalami pertumbuhan yang stabil. Menurutnya, sejumlah kategori produk masih menjadi primadona di pasar.
"Produk yang paling banyak diminati saat ini antara lain skincare, bodycare, baby and kids product, serta men's product. Tahun 2026 ini parfum pria dan decorative cosmetic menjadi kategori yang paling banyak dicari konsumen," ujar Filia, Kamis (23/7/2026).
Selain itu, produk dengan manfaat mencerahkan kulit (whitening) serta produk yang mendukung aktivitas luar ruangan juga mengalami peningkatan permintaan seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Filia menilai tingginya minat masyarakat terhadap produk perawatan diri turut membuka peluang besar bagi bisnis jasa maklon kosmetik. Banyak pelaku usaha maupun brand baru memanfaatkan layanan maklon untuk menghadirkan produk dengan merek sendiri tanpa harus memiliki fasilitas produksi.
Meski demikian, ia mengakui bisnis maklon masih menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan dengan produk impor, semakin banyaknya kompetitor, hingga maraknya kasus klaim produk yang berlebihan (overclaim) menjadi faktor yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
"Persaingan memang cukup ketat, terutama dengan produk luar. Ditambah lagi adanya kasus overclaim yang bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kosmetik lokal," katanya.
Kendati demikian, Filia tetap optimistis produk kosmetik buatan Indonesia memiliki daya saing yang kuat.
Menurutnya, produsen lokal lebih memahami karakteristik kulit serta kebutuhan konsumen di dalam negeri sehingga mampu menghadirkan produk yang sesuai dengan pasar.
"Kami yakin kosmetik lokal masih sangat kuat dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Produsen dalam negeri lebih memahami kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat menghadirkan produk yang relevan," tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, PT Mash Moshem Indonesia juga menggandeng para influencer dalam kegiatan promosi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha kecantikan atau beautypreneur lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi produk kosmetik lokal di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Editor: Mohammad Ali Ridlo