3 SPPG MBG di Tulungagung Dihentikan Sementara Imbas Dugaan Keracunan
TULUNGAGUNG, iNewsTulungagung.id – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung menghentikan sementara operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Boyolangu. Langkah ini diambil menyusul dugaan kasus keracunan MBG yang terjadi di sejumlah sekolah.
Ketua Satgas MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro, mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Tiga SPPG yang ditutup yakni Yayasan Mutiara Rawa Selatan (Moyoketen 2), SPPG Pondok Pesantren MIA (Moyoketen 1), dan SPPG Karangrejo (Serut).
Selain itu, ketiga SPPG tersebut diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Satgas MBG meminta seluruh SPPG di Tulungagung bersikap kooperatif jika muncul laporan dugaan keracunan, agar pengamanan sampel makanan dan penanganan pelajar dapat segera dilakukan.
Menurut Bagus, keberadaan sampel makanan MBG sangat penting untuk penelusuran penyebab gangguan kesehatan melalui uji laboratorium. Ia juga menekankan pentingnya disiplin penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam seluruh proses pengolahan makanan.
Satgas MBG mengingatkan bahwa kasus dugaan keracunan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Oleh karena itu, kerja sama semua pihak diperlukan agar program tersebut tetap berjalan dengan baik.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelajar di SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung, dan MAN 2 Tulungagung mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi MBG. Beberapa di antaranya harus mendapat perawatan medis di puskesmas. (*)
Editor : Mohammad Ali Ridlo