Harga Beras di Tulungagung Terus Alami Kenaikan

Tulungagung, iNewsTulungagung.id - Kenaikan harga beras di Tulungagung sejak sebulan terakhir cukup signifikan.
Salah satu ibu rumah tangga di Tulungagung, Endri (50) mengaku kenaikan harga beras yang dialaminya selama ini, dirinya khawatir kenaikan harga beras akan memicu kenaikan komoditas lain seperti gula dan minyak di pasaran.
"Itu takutnya nanti gula sama minyak ikutan naik, kalau barangnya sih masih ada terus," katanya, Jumat (25/08/2023).
Kenaikan harga beras kali ini, dia hanya memprediksi karena musim hajatan yang saat ini terjadi di masyarakat.
"Mungkin karena banyak yang hajatan ini ya," jelasnya.
Sementara itu Salah satu pedagang toko grosir beras di wilayah Tulungagung, Sriati (42) mengakui kenaikan harga beras terjadi sejak sebulan yang lalu, kenaikanya beragam mulai dari Rp100 sampai Rp200 perkilonya.
Kenaikan terjadi untuk semua jenis dan merk beras yang dijualnya.
"Kadang seminggu dua kali naik, kadang ya seminggu sekali, kadang setiap kilonya naik 100, 200, Ndak sama mas," ucapnya.
Masih Sriati, salah satu penyebab kenaikan harga beras adalah tingginya harga gabah basah yang dipasok oleh petani dari kabupaten Nganjuk.
Dirinya mencontohkan harga gabah basah dari petani di kabupaten Nganjuk saja mencapai Rp6000 perkilonya, bahkan pernah mencapai Rp7000 perkilonya.
"Kalau yang disini kan belum banyak yang panen, ngambilnya dari Nganjuk, harganya sudah segitu mas," keluhnya.
Kini harga beras yang dulunya ada di kisaran Rp10.500 perkilonya kini menjadi Rp12.000 perkilonya.
Namun dirinya memastikan daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan, menurutnya hal ini bisa saja terjadi karena masyarakat khawatir akan ada kenaikan lagi sehingga tetap membeli sekaligus sebagai stok.
"Penjualan masih aman, rata-rata dalam seminggu itu bisa menjual sampai 25 ton," pungkasnya.
Editor : Mohammad Ali Ridlo