Tulungagung, iNewsTulungagung.id – Jumlah penderita kanker di Kabupaten Tulungagung tercatat mencapai 1.467 pasien. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak merupakan kanker payudara.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyebutkan rincian pasien kanker terdiri dari 278 pasien kanker serviks, 984 pasien kanker payudara, 92 pasien kanker paru, serta 113 pasien kanker usus.
Menurutnya, tingginya angka penderita kanker harus menjadi perhatian bersama, mengingat kanker merupakan penyakit serius namun masih dapat dicegah melalui deteksi dini.
“Kami menyediakan layanan cek kesehatan gratis (CKG) di 32 puskesmas. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk antisipasi dan deteksi dini,” ujar Desi, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, mengatakan RSUD dr. Iskak menjadi rumah sakit rujukan kemoterapi bagi pasien dari berbagai wilayah seperti Trenggalek, Blitar Raya hingga Kediri.
“Satu-satunya rumah sakit daerah yang memiliki dan bisa melayani kemoterapi saat ini hanya RSUD dr. Iskak Tulungagung,” kata Zuhrotul.
Pada peringatan Hari Kanker Sedunia, RSUD dr. Iskak juga memberikan bunga dan tas pouch kepada pasien yang menjalani kemoterapi sebagai bentuk dukungan moral.
Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RSUD dr. Iskak, dr. Feri Nugroho, menambahkan sebagian besar pasien datang dalam kondisi stadium lanjut.
“Rata-rata 80 persen pasien kanker datang ke rumah sakit sudah stadium 3 ke atas,” ungkapnya.
Ia menilai keterlambatan pasien berobat disebabkan sejumlah faktor, mulai dari rasa takut terhadap pengobatan medis hingga memilih pengobatan alternatif. Padahal, tingkat kesembuhan sangat dipengaruhi stadium penyakit.
“Kalau masih stadium 1 dan 2, angka harapan hidup bisa lima tahun ke depan. Tapi jika stadium 3 dan 4, harapan hidup lebih sedikit," ucapnya. (*)
Editor : Mohammad Ali Ridlo
Artikel Terkait
